Jumat, 24 Februari 2012

DEFINISI PEMULIAAN TANAMAN

1. Pemuliaan tanaman adalah rangkaian kegiatan penelitian dan pengujian atau kegiatan penemuan dan pengembangan suatu varietas, sesuai dengan metode baku untuk menghasilkan varietas baru dan mempertahankan kemurnian benih varietas yang dihasilkan. (Undang-undang Republik Indonesia nomor 29 tahun 2000 tentang perlindungan varietas tanaman)
2. Pemuliaan tanaman adalah suatu teknologi dan seni untuk memanipuasi gen dan kromosom atau kemampuan genetik tanaman sehingga sifat-sifat tanaman tersebut menjadi mulia dan lebih berguna sesuai dengan keperluan manusia yang selalu meningkat (Ahmad Baehaki dalam Nani Hermiati 2000. Diktat Kuliah Pengantar Pemuliaan Tanaman.Fakultas Pertanian UNPAD Bandung)
3. Plant breeding is the science, art, and business of improving plants for human benefit. (Bernardo, R. 2002. Breeding for quantitative traits. Stemma Press,Minneapolis, MN)


4. Pemuliaan tanaman adalah ilmu tentang perubahan susunan genetic sehingga memperoleh tanaman yang menguntungkan manusia (Poespodarsono Sumardjo. 1988. Dasar-dasar ilmu oemuliaan tanaman.PAU IPB-Lembaga sumberdaya informasi IPB).
5. Plant breeding implies the conscious human effort aimed at improving old and developing new varieties of crops in order to satisfy the demand for human and animal feed. Borojevic Slavsko. 1990. Development of crop science: Principles and method of plant breeding. Elsevier. New York)
6. Plant breeding is use of techniques involving crossing plants to produce varieties with particular characteristics (traits), which are carried in the genes of the plants and passed on to future plant generations. Agricultural Biotechnology glossary, USDA <http://www.usda.gov.us/ERS/brefing room.html >4/4/2008
7. Plant breeding is an applied, multidisciplinary science. It is the application of genetic principles and practices associated with the development of cultivars more suited to the needs of humans than the ability to survive in the wild; it uses knowledge from agronomy, botany, genetics, cytogenetic, molecular genetics, physiology, pathology, entomology, biochemistry, and statistics (Schlegel, R.H.J. 2003. Dictionary of plant breeding. Food Products Press/The Haworth Reference Press, New York.)


8. The ultimate outcome of plant breeding is mainly improved cultivars. Therefore, plant breeding is primarily an organismal science even though it is eminently suited to translate information at the molecular level (DNA sequences, protein products) into economically important phenotypes. (Gepts Paul and Jim Hancock. 2006. The future of plant breeding. Crop Sci. 46:1630–1634) 
9. The traditional definition of a plant breeding includes science which develop new cultivars and improved germplasm; however, many feel this definition should be expanded to include science which contribute to crop improvement through breeding research (Ransom, C., C. Drake, K. Ando, and J. Olmstead. 2006. Report of breakout group 1: What kind of training do plant breeders need, and how can we most effectively provide that training? HortScience 41:53–54)

10. A broad definition of plant breeding usually refers to the purposeful manipulation of genetic material through hybridization, mutation, or genetic engineering to produce new genotypes followed by selection of outstanding individuals to establish cultivars which are populations of related plants with economic value (Bliss A.Fredrick . 2007. Education and Preparation of Plant Breeders for Careers in Global Crop Improvement .International plant breeding symposium. Crop science society of America. Madison WI USA, Desember 2007.pp250-261)

11. Plant breeding is the purposeful manipulation of certain species of plants in order to create desired varieties to achieve specific purposes. The manipulation may be done in several ways. It can either be by means of controlled pollination or the direct manipulation of the plant’s genes as in genetic engineering. This usually progresses into artificial selection new strains that will eventually lead to domestication. Plant breeding is a practice in making plants develop better strains for as early as thousands of years ago. It started with plant domestication practices that allowed early humans to produce and grow plants with fewer undesirable traits from wild strains. Many of the crops today were a result of plant domestication during the ancient times. 4/4/2008.
12. Plant breeding is technical components, for example, applied science, multidisciplinary approaches based on genetic principles, improved germplasm, new cultivars suited to human needs and transfer of few to many genes controlling simple to complex traits resulting in economically important phenotypes. (Lee, E.A., and J.W. Dudley. 2006. Plant breeding education. p. 120–126. In K.R. Lamkey and A.R. Hallauer (eds.) Plant Breeding: The Arnel R. Hallauer Int. Symp., Mexico City. 17–23 Aug. 2003.Blackwell Publ. Ltd., Oxford, U.K) 

next...

Selasa, 22 Maret 2011

puisi cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-MU,
agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-MU
Ya Allah, jika aku jatuh cinta, jagalah agar cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-MUMore…Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya terpaut pada-MU,
agar tidak terjatuh aku ke dalam jurang cinta semu
Ya Allah, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya
agar tidak berpaling dari hati-MU
Ya Rabbul Izzati,
jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindu syahid di jalan-MU
Ya Allah,jika aku rindu, jagalah rinduku padanya
agar aku tidak lalai merindukan syurga-MU
Ya Allah,
jika aku menikmati cinta kekasih-MU
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
bermunajat kepada-MU di sepertiga malam terakhir
Ya Allah,
jika aku jatuh hati pada kekasih-MU,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-MU
Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah
terhimpun dalam cinta pada-MU
telah berjumpa untuk taat pada-MU, telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah terpadu dalam membela syariat-MU.
Ya Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya,
tunjukilah jalan-jalannya,
penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-MU yang tiada pernah pudar
Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-MU
dan keindahan bertwakal di jalan-MU…

next...

BERITA TIKUS

Hama tikus Urutan Pertama Penyerang Padi

Senin, 5 Juli 2010 - 13:59 WIB

Hama tikus Urutan Pertama Penyerang Padi

PURWAKARTA(Pos Kota) – Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tikus masih menduduki urutan satu padi di Kabupaten Purwakarta. Hingga Mei tahun ini saja, sedikitnya seluas 554 hektar sawah padi dari 11 kecamatan diserang hama tikus. Intensitas serangan OPT tikus tersebut terdiri beberapa kategori, yakni ringan, sedang, dan berat.

Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Purwakarta mencatat 554 hektar sawah padi yang diserang hama tikus ini tidak satupun masuk kategori berat. Masih sebatas ringan.

“Hama tikus masih nomor satu menyerang tanaman padi. Namun , intensitasnya masih dalam kategori ringan,”ujar Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Purwakarta, Tri Hartono, Senin (5/7).

Sebanyak 554 hektar tanaman padi yang diserang hama ini, diketahui dari luas 2965 hektar sawah padi pengendalian. Data format keadaan serangan OPT musim tanam 2010 mencatat OPT tikus tersebut dominan menyerang tanaman padi usia 15 hingga 45 hari dengan kategori pada luas sisa serangan ringan seluas 23 ha, luas tambah serangan ringan 254 ha, dan luas keadaan serangan ringan 277 ha. Total 554 hektar. Tri Hartono menyebutkan, upaya pengendalian hama seperti tikus ini sebenarnya sudah diupayakan menyeluruh melalui berbagai program dan penyuluhan, semisal dengan anjuran untuk tanam serempak dan pengembangan binaan melalui SLPTT (sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu) atau BLBU (bantuan langsung bibit unggul). Diakui Tri, sejumlah petani yang masih belum disiplin mengembangkan pola tanam dan belum masuk kelompok tani menjadi kendala dalam perbaikan sistem pengendalian hama.

“Sikap pola tanam padi yang tidak serentak malah seperti memberi kehidupan buat hama seperti tikus, mereka (OPT tikus,red) malah kemudian akan berpindah dan sulit dikendalikan.

Ini sudah kami jelaskan kepada petani baik dalam penyuluhan maupun secara langsung melalui petugas kami dilapangan. Kendala lainnya, yaitu belum bergabungnya sebagian petani ke dalam kelompok tani,”terangnya. Ia berharap,para petani ikut andil mengendalikan OPT dengan melakukan pola tanam padi serentak. Sementara, tanaman padi dari 11 kecamatan yang diserang OPT tikus ini diantaranya, Kecamatan Kiarapedes, Cibatu, Jatiluhur, Pasawahan, Purwakarta, Tegalwaru, Sukatani, Bojong, Wanayasa, Darangdan, dan Plered. Selain OPT tikus, jenis OPT lain yang mengganggu sektor tanaman sawah padi di Purwakarta yakni tunggro, BLB, WBC, penggerek batang, ulat grayak, HP, dan busuk pelapah yang masing masing masuk kategori ringan.

“Seperti pada hama tungro misalnya, sampai Mei tahun ini tercatat 77 hektar di 10 kecamatan dari luas tanam pengendalian 1137 hektar dengan kategori luas sisa serangan ringan 30 hektar, “timpal staf Dishuttan, Srijaya Midan, sambil mengatakan pengendalian OPT juga dilakukan dengan pestisida dan AH.

next...

Love is...
© Teteh Bungsu - Template by Blogger Sablonlari - Font by Fontspace